Notification

×

Iklan

Iklan

Jogja Fashion Parade 2026 Angkat Pesona Wastra Nusantara Lewat Tema “Vastra Prabha”

Minggu, 08 Februari 2026 | Februari 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-08T06:05:01Z



Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Kota Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai simpul pertemuan budaya dan kreativitas melalui gelaran Jogja Fashion Parade (JFP) 2026. Perhelatan fashion tahunan ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Februari 2026, bertempat di Sleman City Hall, menghadirkan parade busana yang memadukan estetika modern dengan nilai-nilai budaya Nusantara.


Founder Jogja Fashion Parade, Nyudi Dwijo Susilo, menjelaskan bahwa JFP dirancang sebagai ajang peragaan busana yang inklusif dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan pengemasan yang profesional, JFP tidak hanya menjadi panggung pertunjukan mode, tetapi juga ruang apresiasi bagi kreativitas desainer Tanah Air.


“Jogja Fashion Parade kami rancang sebagai event fashion show untuk semua kalangan. Di sini, desainer dari berbagai daerah bisa menampilkan karya terbaiknya dan saling mengapresiasi,” ujar Founder Jogja Fashion Parade, Nyudi Dwijo Susilo, saat ditemui, Jum'at (6/2/2026).


Pada penyelenggaraan tahun ini, JFP mengusung tema “Vastra Prabha”, yang dimaknai sebagai pancaran keindahan wastra Nusantara. Tema tersebut, menurut Nyudi, menjadi penegasan bahwa kain tradisional Indonesia merupakan warisan budaya bernilai tinggi yang harus terus dijaga dan dihidupkan melalui desain-desain yang relevan dengan perkembangan zaman.


“Wastra Nusantara punya kekayaan filosofi dan estetika yang luar biasa. Melalui tema ini, kami ingin menunjukkan bahwa kain tradisional bisa tampil modern dan digemari generasi sekarang,” jelasnya.


Sebanyak 159 desainer dari berbagai penjuru Indonesia akan ambil bagian dalam Jogja Fashion Parade 2026. Mereka akan menampilkan koleksi terbaiknya dalam 11 sesi parade fashion show, dengan ragam kategori busana, mulai dari busana anak, remaja, pria, hingga wanita. Setiap koleksi menampilkan eksplorasi desain kontemporer yang tetap berpijak pada motif dan kain tradisional Nusantara.


Tak hanya itu, JFP 2026 juga menegaskan komitmennya terhadap nilai inklusivitas di dunia fashion. Panggung runway akan diramaikan tidak hanya oleh model-model konvensional, tetapi juga plus size model dan mature model, sebagai simbol bahwa fashion adalah ruang yang terbuka dan merangkul keberagaman.


“Fashion itu milik semua orang. Melalui JFP, kami ingin menyampaikan pesan bahwa setiap individu punya tempat dan kepercayaan diri untuk tampil,” paparnya.


Rangkaian acara Jogja Fashion Parade 2026 semakin lengkap dengan kehadiran exhibition UMKM, yang menampilkan berbagai produk kreatif lokal. Pameran ini menjadi bagian penting dalam mendukung ekosistem fashion sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.


Nyudi menambahkan, Jogja Fashion Parade sejatinya tidak hanya berlangsung saat fashion show saja. Sejak Desember 2025, rangkaian kegiatan telah dimulai melalui fashion design competition yang menjadi wadah pencarian, pembinaan, dan pengembangan talenta desainer muda berbakat dari berbagai daerah.


“Kami ingin JFP menjadi ekosistem yang berkelanjutan, bukan sekadar event tahunan,” katanya.


Melalui penyelenggaraan Jogja Fashion Parade 2026, Nyudi berharap masyarakat semakin tumbuh rasa bangganya terhadap wastra Nusantara dan menjadikannya bagian dari gaya hidup sehari-hari.


“Ayo cintai budaya kita. Mengenakan kain tradisional yang diolah dengan sentuhan masa kini itu keren dan membanggakan,” pungkasnya. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update