Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2026 menggelar kegiatan olahraga bertajuk Ngabuburun Run yang diikuti sekitar 160 peserta dari berbagai komunitas lari di Yogyakarta, sebagai bagian dari rangkaian acara festival tahunan tersebut selama bulan Ramadan.
Kegiatan lari santai yang dilaksanakan menjelang waktu berbuka puasa ini menjadi salah satu agenda nonbudaya yang dihadirkan PBTY untuk merespons meningkatnya tren olahraga lari di Kota Yogyakarta.
Panitia acara PBTY, Silviya Zizuka, mengatakan penyelenggaraan Ngabuburun Run dilatarbelakangi tingginya antusiasme masyarakat terhadap berbagai event lari yang marak digelar di Yogyakarta dalam beberapa waktu terakhir.
“Melihat banyaknya event lari dan tingginya minat masyarakat, kami mencoba menghadirkan kegiatan serupa dalam rangkaian PBTY. Apalagi momentum Ramadan cocok untuk dikemas sebagai kegiatan ngabuburit sehat,” ujarnya.
Ngabuburun Run diselenggarakan dengan konsep lari santai sambil menunggu waktu berbuka puasa. Kegiatan ini juga menjadi ajang kebersamaan lintas komunitas, dengan peserta berasal dari berbagai kelompok lari, termasuk Babaran Running Community sebagai mitra kolaborasi resmi, serta komunitas lari dari Mataram, Pelayon, dan komunitas lainnya di Yogyakarta.
Panitia menyebut kegiatan tersebut tidak dipungut biaya atau gratis bagi masyarakat. Meski demikian, jumlah peserta tetap dibatasi guna menyesuaikan kapasitas penyelenggaraan acara.
Melalui kegiatan ini, PBTY berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin terdorong untuk menerapkan gaya hidup sehat melalui olahraga yang mudah diakses dan tidak membutuhkan biaya besar.
Penyelenggaraan Ngabuburun Run menjadi bagian dari upaya PBTY menghadirkan festival yang tidak hanya menampilkan atraksi budaya, tetapi juga aktivitas sosial dan olahraga yang relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan selama Ramadan. (Fqh).

