Notification

×

Iklan

Iklan

Tarhib Ramadan 1447 H, Dompet Dhuafa Yogyakarta Hadirkan Gebyar Budaya Bernuansa Edukasi dan Kebersamaan

Senin, 09 Februari 2026 | Februari 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-09T04:21:01Z




Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Dompet Dhuafa Yogyakarta menggelar kegiatan Tarhib Ramadan 1447 H yang dikemas melalui Gebyar Budaya bernuansa edukasi dan kebersamaan di Pelataran Barat kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari masyarakat umum, relawan, hingga wisatawan yang tengah berkunjung ke pusat kota.


Kegiatan tarhib Ramadan tersebut dimulai sejak pagi hari dengan lari pagi bersama mengelilingi kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Aktivitas ini menjadi simbol ajakan untuk menyambut Ramadan dengan semangat hidup sehat, kebersamaan, serta kepedulian sosial yang tumbuh dari ruang publik.


Salah satu peserta kegiatan, Rendy, mengatakan bahwa konsep acara yang dihadirkan Dompet Dhuafa Yogyakarta terasa berbeda dari kegiatan tarhib Ramadan pada umumnya. Menurutnya, perpaduan olahraga, budaya, dan edukasi sosial membuat suasana ruang publik menjadi lebih hidup.


“Acara ini memberi pengalaman baru. Ada olahraga, ada budaya, dan ada edukasi tentang zakat yang disampaikan dengan cara ringan dan membumi,” ucapnya.


Setelah rangkaian lari pagi, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas budaya dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah Belajar Membatik on the Street yang didampingi oleh guru-guru dari sekolah binaan Program Pendidikan Dompet Dhuafa Yogyakarta. Aktivitas ini menarik perhatian pengunjung yang antusias mencoba langsung proses membatik di ruang terbuka.


Selain itu, Dompet Dhuafa Yogyakarta juga menghadirkan layanan cukur gratis yang dilayani oleh para pencukur binaan Program Ekonomi. Layanan ini menjadi salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi sekaligus pelayanan sosial yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.


Suasana semakin semarak dengan penampilan Drumband SD Pundong, Hadroh Pundong binaan Program Dakwah, serta pertunjukan angklung dari sekolah binaan Program Pendidikan. Seluruh penampil merupakan penerima manfaat dari program pemberdayaan Dompet Dhuafa Yogyakarta yang selama ini berjalan di berbagai sektor.


Sementara itu, Pimpinan Dompet Dhuafa Yogyakarta, Muhammad Zahron, menjelaskan bahwa kegiatan Tarhib Ramadan ini menjadi momentum untuk mengajak masyarakat merefleksikan makna Ramadan secara lebih luas. Ramadan, menurutnya, tidak hanya dimaknai sebagai ibadah personal, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial.


“Melalui tarhib Ramadan ini, kami ingin menghadirkan pesan bahwa Ramadan adalah momentum mempererat kebersamaan dan solidaritas sosial. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf memiliki peran strategis dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Pimpinan Dompet Dhuafa Yogyakarta, Muhammad Zahron, dalam keterangan tertulis yang diterima isueterkininews.com, Minggu (8/2/2026).


Ia menambahkan bahwa pada Ramadan 1447 Hijriah ini, Dompet Dhuafa Yogyakarta mengusung tagline “Berzakat Itu Kalcer” sebagai upaya mendekatkan nilai-nilai zakat dengan masyarakat luas, khususnya generasi muda.


“Berzakat bukan hanya kewajiban, tetapi sudah seharusnya menjadi bagian dari budaya kebaikan. Berzakat itu kalcer karena mendorong empati, keadilan sosial, dan keberlanjutan pemberdayaan,” tambahnya.


Melalui kegiatan Gebyar Budaya Sambut Ramadan ini, Dompet Dhuafa Yogyakarta berharap masyarakat dapat menyambut Bulan Suci Ramadan dengan semangat berbagi, memperkuat rasa kebersamaan, serta semakin memahami pentingnya peran ZISWAF sebagai instrumen pemberdayaan dan kepedulian sosial yang berkelanjutan. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update