Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkal Condongcatur Perkuat Peran Rois Melalui Wisata Religi ke Makam Wali Nusantara

Senin, 09 Februari 2026 | Februari 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-09T04:22:54Z



Sleman, ISUETERKININEWS.COM — Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, terus berupaya memperkuat peran Rois sebagai ujung tombak pelayanan keagamaan di tengah masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan Rois yang dikemas dalam bentuk wisata religi ziarah ke makam para wali penyebar Islam di Nusantara, Sabtu, 7 Februari 2026.


Kegiatan wisata religi ini diikuti sekitar 80 Rois se-Kalurahan Condongcatur yang didampingi para dukuh serta sejumlah pamong kalurahan. Sebelum keberangkatan menuju Jawa Tengah, seluruh peserta mengikuti sarapan bersama, apel, serta doa bersama sebagai bentuk penguatan kebersamaan dan kesiapan spiritual.


Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rois memiliki peran strategis dalam menjaga kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat. Menurutnya, Rois bukan hanya bertugas memimpin doa, tetapi juga menjadi penjaga nilai-nilai adat, tradisi, serta kearifan lokal yang selaras dengan syariat Islam.


Ia memaparkan bahwa Rois selama ini menjalankan berbagai tugas keagamaan, mulai dari memimpin doa kelahiran anak dan aqiqah, tasyakuran khitan, walimatul ursy, hingga perawatan jenazah yang meliputi memandikan, mengkafani, menshalati, dan menguburkan. Selain itu, Rois juga memimpin pembacaan zikir, doa, serta tahlil bagi arwah yang telah wafat sesuai dengan permintaan masyarakat.


“Ziarah ke makam para wali ini menjadi momentum penting bagi para Rois untuk meneladani nilai keikhlasan, pengabdian, dan keteguhan iman para wali dalam menyebarkan agama Islam di Nusantara. Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk memperkuat kualitas pelayanan keagamaan di tengah masyarakat Condongcatur,” ujar Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, dalam keterangan tertulis yang diterima isueterkininews.com, Senin (9/2/2026).


Ia berharap melalui pembinaan berbasis wisata religi ini, para Rois semakin mampu melayani masyarakat dengan penuh ketulusan, berlandaskan keteladanan para wali, serta tetap menjaga harmoni sosial di lingkungan masing-masing.


Setibanya di Kabupaten Kudus, rombongan melaksanakan salat Dzuhur berjamaah di Masjid Al-Aqsa Menara Kudus, kemudian melanjutkan ziarah ke makam Sunan Kudus. Perjalanan dilanjutkan menuju Kadilangu untuk berziarah ke makam Sunan Kalijaga. Pada sore hingga malam hari, peserta melaksanakan salat Magrib di Masjid Agung Demak dan dilanjutkan ziarah ke makam Raden Fatah.


Doa dan tahlil di setiap lokasi ziarah dipimpin oleh tokoh yang telah ditunjuk. Di makam Sunan Kudus, doa tahlil dipimpin oleh KH Rahmat Mizan, di makam Sunan Kalijaga dipimpin oleh Nur Mukhlis, sedangkan doa tahlil di makam Raden Fatah dipimpin oleh Ustadz Tugiyo Abdullah.


Ketua Forum Rois Condongcatur, Tugiyo Abdullah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pertemuan rutin Forum Rois Condongcatur yang dikemas dengan wisata religi. Ia menyebutkan bahwa forum tersebut secara rutin menggelar pertemuan setiap selapan sekali pada hari Sabtu Legi dengan lokasi bergantian di wilayah Condongcatur.


“Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar Rois sekaligus memperkuat semangat pengabdian. Kami ingin para Rois Condongcatur siap menjadi garda terdepan dalam melaksanakan tugas dan kewajiban keagamaan dengan mengedepankan etika, syariat Islam, serta tetap menjaga tradisi budaya masyarakat,” katanya.


Salah satu peserta ziarah, Mustolih, Rois dari Padukuhan Soropadan, mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti kegiatan pembinaan tersebut. Ia menilai wisata religi ini memberikan pengalaman spiritual sekaligus memperkuat kebersamaan antar Rois.


"Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan Forum Rois, termasuk fasilitasi jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi para Rois. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap peran sosial-keagamaan yang dijalankan Rois," jelasnya.


Sementara itu, Kamituwa Condongcatur selaku pengampu kegiatan, Al Thouvik Sofisalam, A.Md, menjelaskan bahwa pembinaan Rois melalui wisata religi tidak hanya bertujuan untuk penguatan spiritual, tetapi juga untuk memperluas pemahaman sejarah dan budaya Islam di Indonesia.


Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap sejarah perjuangan para wali sangat penting agar Rois memiliki perspektif yang utuh dan bijaksana dalam menjalankan perannya sebagai tokoh agama di tengah masyarakat.


“Kesadaran akan sejarah dakwah para wali diharapkan mampu membentuk karakter Rois yang moderat, berintegritas, serta mampu menjaga harmoni sosial dan kehidupan beragama di Condongcatur,” jelasnya.


Melalui pembinaan Rois berbasis wisata religi dan keteladanan sejarah ini, Pemkal Condongcatur berharap kualitas pelayanan keagamaan semakin meningkat, sekaligus memperkuat peran Rois dalam menjaga kerukunan dan ketenteraman masyarakat. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update