Sleman, isueterkininews.com — Lurah Condongcatur, Depok, Sleman, Dr. Reno Candra Sangaji kembali menggelar open house halal bihalal di Joglo Cepit, Soropadan, Minggu (22/3/2026). Agenda yang sudah berlangsung sejak 2016 ini menjadi wadah silaturahmi antara pemerintah kalurahan dan masyarakat dalam suasana yang cair dan tanpa sekat.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan dibagi dalam dua sesi. Pagi hari diperuntukkan bagi pamong kalurahan, mulai dari carik, kasi, kaur, dukuh hingga staf beserta keluarga. Sementara siang hingga sore hari, giliran masyarakat umum yang hadir.
Reno mengatakan, tradisi ini berawal dari keinginan sederhana di awal masa jabatannya, yakni membuka ruang pertemuan yang lebih dekat antara pemimpin dan warga.
“Sejak pertama kali digelar pada hari kedua Syawal 2016, pendopo dibuka untuk siapa saja. Tidak ada jarak, semua duduk bersama, berjabat tangan dan saling memaafkan,” ujar Reno disela-sela kegiatan.
Dari tahun ke tahun, antusiasme warga terus meningkat. Tak hanya warga Condongcatur, masyarakat dari luar wilayah juga turut hadir, mulai dari pengurus tempat ibadah, komunitas pemuda, hingga berbagai kelompok masyarakat lainnya.
Memasuki tahun ke-10 pada 2026, suasana terasa lebih meriah. Panitia menyiapkan lebih dari seribu porsi bakso yang menjadi sajian favorit. Selain itu, tersedia pula es krim, teh, aneka camilan, serta hidangan khas Lebaran.
Sejak pagi buta, relawan sudah mulai bekerja. Mereka bergotong royong menyiapkan berbagai keperluan demi menyambut para tamu yang datang silih berganti.
Menurut Reno, yang terpenting dari kegiatan ini bukan sekadar hidangan, melainkan nilai kebersamaan yang dibangun.
“Halal bihalal ini menjadi momen untuk saling memaafkan, memperbaiki hubungan, dan kembali mempererat persaudaraan,” katanya.
Ia menilai, Pendopo Cepit tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya acara, tetapi juga saksi tumbuhnya budaya guyub rukun di tengah masyarakat. Selain itu, momen ini kerap dimanfaatkan warga untuk bertemu kembali dengan kerabat maupun sahabat lama.
Dalam kesempatan tersebut, Reno juga mengingatkan para pamong kalurahan tentang pentingnya semangat syawalan sebagai ajang introspeksi.
“Setiap manusia pasti punya kekurangan dan kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak,” tuturnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pamong atas kerja dan pengabdian mereka selama ini dalam melayani masyarakat.
“Mohon doa restu agar kami bisa terus menjalankan amanah dengan baik, sehingga pelayanan kepada masyarakat dan program pembangunan dapat berjalan optimal melalui sinergi bersama,” ucapnya.
Reno berharap tradisi ini bisa terus dipertahankan ke depan, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kebersamaan dan memperkuat tali persaudaraan di tengah masyarakat. (Fqh).


