Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pantau Agen dan Pangkalan, Pemkab Sleman Pastikan Elpiji 3 Kg Aman Jelang Lebaran

Kamis, 05 Maret 2026 | Maret 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-05T16:13:28Z



Sleman, ISUETERKININEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan ketersediaan elpiji 3 kilogram (kg) dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kepastian tersebut diperoleh setelah pemerintah daerah melakukan pemantauan langsung ke agen dan pangkalan elpiji di wilayah Sleman.


Pemantauan dilakukan di agen PT Expra Baru di Nogotirto serta Pangkalan Fajar Group Grosir di Balecatur, Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan distribusi elpiji bersubsidi berjalan lancar serta stok tetap tersedia bagi masyarakat.


Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto, mengatakan pemerintah daerah terus memantau rantai distribusi elpiji 3 kg agar kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran dapat terpenuhi.


Menurutnya, alokasi kuota elpiji 3 kg untuk wilayah Sleman pada tahun 2026 mencapai 47.014 metrik ton (MT) atau setara dengan 15.671.333 tabung.


“Pemerintah Kabupaten Sleman juga telah mengajukan tambahan kuota fakultatif kepada Pertamina untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri,” kata Susmiarto saat meninjau ketersediaan stok elpiji di lapangan.


Ia menjelaskan tambahan kuota tersebut diberikan secara bertahap dan mencapai puncaknya pada Maret 2026 dengan penambahan sebanyak 219.360 tabung.


Langkah ini diambil untuk menutup potensi kekosongan distribusi selama masa libur nasional sekaligus memastikan kebutuhan rumah tangga maupun pelaku usaha mikro tetap terpenuhi.


Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah daerah juga menegaskan bahwa harga elpiji 3 kg di tingkat pangkalan tetap stabil. Harga Eceran Tertinggi (HET) masih mengacu pada Keputusan Gubernur DIY Nomor 457/KEP/2024, yakni sebesar Rp18.000 per tabung.


Distribusi elpiji di wilayah Sleman saat ini didukung oleh 38 agen dan 2.802 pangkalan yang tersebar di berbagai kecamatan.


Pemkab Sleman juga melakukan pengawasan terhadap ketepatan volume gas melalui UPTD Metrologi Legal. Pengecekan dilakukan secara acak mulai dari tingkat Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) hingga pengecer.


“Dari hasil pengecekan sampel secara acak, volume elpiji 3 kg yang beredar di wilayah Sleman masih memenuhi ambang batas yang ditetapkan,” tuturnya.


Selain elpiji, pemerintah daerah juga memantau kesiapan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sleman. Tercatat terdapat 51 SPBU dan 27 Pertashop yang turut diawasi guna memastikan pelayanan energi kepada masyarakat tetap berjalan lancar selama masa libur Lebaran.


Susmiarto mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying karena pasokan elpiji maupun BBM dipastikan mencukupi.


“Pemerintah Kabupaten Sleman telah berkoordinasi dengan Pertamina dan Hiswana Migas untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi selama masa libur Idulfitri,” katanya.


Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan indikasi kecurangan takaran atau kelangkaan stok melalui kanal pengaduan yang tersedia.


“Jika ada indikasi kecurangan takaran atau kelangkaan, masyarakat dapat melapor melalui kanal Lapor Sleman atau Call Center Pertamina 135 agar bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update