Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

PM India Narendra Modi ke Indonesia, Pengamat: Momentum Bangkitkan Kembali Kesadaran Sejarah Bangsa

Sabtu, 11 Juli 2026 | Juli 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-10T23:53:57Z


Jakarta, ISUETERKININEWS.COM – Kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia dinilai tidak hanya penting untuk memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga dapat menjadi momentum membangkitkan kembali kesadaran Indonesia sebagai bangsa yang memiliki sejarah panjang dalam jaringan peradaban dunia.


Pengamat sosial-politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Cep Deni Muchlis, mengatakan hubungan Indonesia dan India telah terjalin jauh sebelum kedua negara berdiri sebagai negara modern. Karena itu, kunjungan Modi perlu dimaknai lebih luas dari sekadar agenda diplomasi yang menghasilkan berbagai kesepakatan kerja sama.


"Setiap kunjungan kepala negara atau kepala pemerintahan dari negara sahabat harus dimaknai sebagai momentum memperkuat kolaborasi. Khusus dengan India, hubungan kita sebenarnya telah terbangun jauh sebelum Indonesia dan India menjadi negara modern seperti sekarang," ujar Cep di Jakarta, Jum'at (10/7/2026).


Menurut Cep, Nusantara sejak berabad-abad lalu telah menjadi bagian dari jalur perdagangan internasional yang menghubungkan berbagai pusat peradaban dunia. Pelabuhan-pelabuhan di Sumatera, Jawa, hingga Maluku menjadi titik temu para pedagang dari India, Tiongkok, Timur Tengah, dan berbagai kawasan lainnya.


Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan Indonesia memiliki modal sejarah yang kuat sebagai bangsa maritim sekaligus bangsa perdagangan.


"Tanah yang kita pijak hari ini pernah menjadi ruang pertemuan berbagai peradaban besar dunia. Sejak abad ke-12 hingga ke-14, Nusantara telah aktif berinteraksi dengan pusat-pusat perdagangan internasional. Artinya, kita memiliki modal sejarah yang sangat kuat sebagai bangsa maritim dan bangsa perdagangan," katanya.


Cep menambahkan, jejak sejarah tersebut juga tercatat dalam karya penjelajah Muslim Ibn Battuta, The Travels of Ibn Battuta (1325–1354), yang menggambarkan Nusantara sebagai bagian penting dari jaringan perdagangan dunia.


Menurut dia, sejumlah negara saat ini berupaya membangun masa depan dengan menghidupkan kembali narasi kejayaan sejarahnya. Indonesia, kata Cep, juga perlu menempatkan kerja sama internasional dalam kerangka besar kebangkitan peradaban Nusantara.


"Kedatangan Modi jangan membuat kita menjadi 'moodyan'. Jangan hanya antusias ketika ada tamu negara datang, lalu selesai begitu saja. Setiap kerja sama internasional harus menjadi bagian dari upaya membangun kembali kejayaan Indonesia sebagai bangsa yang sejak dahulu menjadi simpul penting peradaban dunia," ungkapnya.


Cep menegaskan pemerintah perlu memastikan implementasi seluruh kerja sama yang telah disepakati sekaligus membangun narasi mengenai posisi strategis Indonesia dalam sejarah peradaban dunia.


"Kerja sama tentu penting, tetapi membangun cara pandang bangsa jauh lebih penting. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi dan politik, tetapi juga kepercayaan diri sebagai bangsa yang memiliki sejarah besar untuk kembali diperhitungkan dunia," pungkasnya. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update