Notification

×

Iklan

Iklan

Dubes Inggris Kunjungi Stasiun Yogyakarta, Dorong Transportasi Rendah Karbon dan Terintegrasi

Kamis, 09 April 2026 | April 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-09T02:45:14Z




Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey CVO OBE, melakukan kunjungan ke Stasiun Yogyakarta, Rabu (8/4/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara Inggris dan Indonesia, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dalam pengembangan transportasi rendah karbon yang terintegrasi.


Kedatangan Dubes Inggris disambut oleh EVP KAI Daop 6 Yogyakarta Bambang Respationo, GKR Mangkubumi dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) DIY.


Dalam kesempatan tersebut, Dominic Jermey menyebut Yogyakarta sebagai salah satu daerah yang menunjukkan implementasi konkret dari Kemitraan Strategis Inggris–Indonesia. Kemitraan ini sebelumnya diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer pada awal tahun.


Ia menjelaskan, melalui program MELAJU, Inggris terlibat dalam mendorong pembangunan sistem transportasi perkotaan yang lebih ramah lingkungan dan saling terhubung.


“Lewat kemitraan ini, kami mendukung pengembangan mobilitas rendah karbon, termasuk penyusunan panduan Transit-Oriented Development (TOD), skema Land Value Capture, serta dukungan teknis untuk pengembangan emobility yang inklusif,” ujarnya.


Tak hanya di sektor transportasi, Inggris juga berkontribusi dalam berbagai program berbasis lingkungan di DIY. Di antaranya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di Bantul, serta pengembangan kehutanan sosial dan ekowisata di wilayah Kulon Progo.


Selama berada di Stasiun Yogyakarta, Dubes Inggris juga meninjau langsung sejumlah fasilitas layanan penumpang. Ia melihat penerapan teknologi face recognition untuk boarding, ruang tunggu, jalur penyeberangan penumpang, hingga area peron.


Ia pun mengapresiasi langkah KAI yang dinilai terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan sekaligus mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan.


Di sisi lain, EVP KAI Daop 6 Yogyakarta Bambang Respationo menegaskan komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan.


Menurutnya, berbagai upaya tersebut sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai net zero emission pada 2060, atau bahkan lebih cepat.


“KAI terus melakukan pembenahan, termasuk rencana penataan Stasiun Yogyakarta agar kapasitas meningkat dan integrasi antarmoda semakin mudah bagi penumpang,” terang Bambang.


Ia menambahkan, pengembangan tersebut juga akan tetap memperhatikan aspek lingkungan serta menjaga nilai-nilai budaya lokal Yogyakarta.


Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih menyampaikan bahwa sejumlah inovasi berbasis keberlanjutan telah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir. Di antaranya penggunaan teknologi face recognition untuk mengurangi tiket kertas, penyediaan water station guna menekan penggunaan botol plastik sekali pakai, hingga mesin pengering payung.


Feni juga mengingatkan bahwa kereta api merupakan salah satu moda transportasi dengan emisi rendah, sehingga dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.


“Melalui fitur Carbon Footprint di aplikasi Access by KAI, penumpang juga bisa mengetahui perkiraan emisi karbon dari perjalanan yang dilakukan,” ungkapnya.


KAI Daop 6 Yogyakarta, lanjut dia, akan terus menghadirkan layanan yang inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update