Notification

×

Iklan

Iklan

KAI Daop 6 Uji Coba B50 untuk Perkuat Swasembada Energi di Sektor Perkeretaapian

Senin, 27 April 2026 | April 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-27T15:43:33Z




Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta (KAI Daop 6 Yogyakarta) mulai menguji penggunaan bahan bakar biodiesel B50 di sektor perkeretaapian. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam mendorong kemandirian energi nasional.


Uji coba tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang terus mengakselerasi pemanfaatan biodiesel di berbagai sektor. Selain untuk menekan ketergantungan pada impor bahan bakar minyak, program ini juga diarahkan untuk mempercepat peralihan menuju energi yang lebih ramah lingkungan.


Direktur Pengelolaan Sarana dan Prasarana PT Kereta Api Indonesia (Persero), Heru Kuswanto, menyebut sektor perkeretaapian menjadi salah satu fokus pengujian karena kebutuhan bahan bakar diesel yang cukup besar dalam operasional sehari-hari.


“Uji coba B50 dilakukan secara menyeluruh di sejumlah sektor, termasuk perkeretaapian. Pengujian meliputi kualitas bahan bakar, pelumas, hingga performa dan ketahanan mesin, baik pada genset maupun lokomotif,” ujar Heru, Senin (27/4/2026).


Menurut dia, keikutsertaan KAI dalam uji coba ini sekaligus menunjukkan kesiapan perusahaan dalam mendukung kebijakan energi pemerintah. Di sisi lain, hal ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan teknis sebelum penerapan dilakukan secara luas.


Heru Kuswanto menegaskan, seluruh tahapan uji coba dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan operasional. Pengawasan ketat juga dilakukan agar proses pengujian tidak mengganggu layanan kepada pelanggan.


Pengujian dilakukan dalam kondisi operasional nyata. Untuk mengukur ketahanan, genset diuji hingga sekitar 2.400 jam di lintas Jakarta–Yogyakarta. Sementara itu, lokomotif akan diuji selama kurang lebih enam bulan di lintas Jakarta–Surabaya.


Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan uji coba, termasuk dalam hal operasional dan pemantauan di lapangan.


“Kami mendukung implementasi B50 melalui penyediaan sarana uji, pengawasan operasional, serta koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Yang terpenting, seluruh proses tetap berjalan sesuai prosedur tanpa mengganggu pelayanan kepada pelanggan,” kata Feni.


Ia menambahkan, hasil awal pengujian menunjukkan kinerja yang cukup baik. Hal ini dinilai menjadi indikasi positif untuk penerapan B50 secara lebih luas, khususnya di sektor transportasi kereta api.


Sebagai informasi, B50 merupakan campuran 50 persen solar (B0) dan 50 persen biodiesel (B100) berbasis minyak nabati. Program ini melanjutkan implementasi sebelumnya yang telah mencapai B40 pada 2025.


Pemerintah menargetkan penerapan B50 dapat dilakukan secara nasional mulai 1 Juli 2026. Selain memperkuat ketahanan energi, kebijakan ini juga diharapkan dapat mengurangi impor bahan bakar, meningkatkan nilai tambah sumber daya dalam negeri, serta menekan emisi gas rumah kaca.


KAI Daop 6 Yogyakarta memastikan aspek keselamatan dan keandalan operasional tetap menjadi prioritas selama proses uji coba berlangsung, sehingga layanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update