Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menambah sekitar 80 unit becak listrik sebagai bagian dari pengembangan transportasi ramah lingkungan di kawasan Malioboro. Dengan penambahan tersebut, total armada becak listrik yang telah tersedia kini mencapai hampir 320 unit.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, pengadaan becak listrik tidak hanya berfokus pada penambahan armada, tetapi juga membangun ekosistem pendukung agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Yang lebih menyenangkan karena dibuat oleh SMK. Kalau nanti ada kerusakan, servisnya lebih mudah karena didukung SMK. Jadi yang dibangun bukan hanya kendaraannya, tetapi juga ekosistemnya," ujar Hasto kepada wartawan usai menghadiri Pembukaan Pasar Rakyat UMi 2026 di Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).
Selain menambah armada, Pemkot Yogyakarta juga menyiapkan 12 titik pengisian daya (charging station) dan layanan mobile service untuk mendukung operasional becak listrik. Lokasi penempatan fasilitas tersebut masih akan dibahas bersama para pemangku kepentingan.
Hasto menyebut keberadaan becak listrik menjadi salah satu upaya mendukung penataan Malioboro menuju kawasan yang semakin ramah bagi pejalan kaki. Namun, menurutnya, pengurangan kendaraan bermotor akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan armada becak listrik.
"Kalau langsung dihilangkan semua kendaraan bermotor, fasilitas transportasi untuk wisatawan belum memadai. Karena itu dilakukan bertahap sesuai kemampuan menyediakan becak listrik," ucapnya.
Ia mengungkapkan kebutuhan becak listrik di Kota Yogyakarta masih cukup besar. Saat ini diperkirakan masih dibutuhkan sekitar 700 unit tambahan agar layanan transportasi ramah lingkungan dapat menjangkau lebih banyak pengguna.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemkot Yogyakarta terus menjajaki kerja sama dengan sejumlah mitra. Apabila dukungan dari pihak mitra belum mencukupi, pemerintah akan mengalokasikan anggaran melalui APBD 2027.
Hasto optimistis pengembangan becak listrik akan terus berlanjut seiring bertambahnya dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan mitra swasta menjadi kunci dalam mewujudkan sistem transportasi yang ramah lingkungan sekaligus mendukung sektor pariwisata di Kota Yogyakarta. (Fqh).
