Bantul, ISUETERKININEWS.COM – Olimpiade Layang-Layang Pelajar Indonesia (OLLANESIA) 2026 resmi berakhir pada Minggu (12/7/2026) sebagai bagian dari rangkaian Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 di Pantai Parangkusumo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ajang tersebut diikuti pelajar dari berbagai daerah dan menjadi wadah pengembangan kreativitas sekaligus pelestarian budaya layang-layang.
Pada hari terakhir penyelenggaraan, panitia menggelar empat kategori perlombaan, yakni merakit layang-layang tingkat SMP, mewarnai untuk jenjang TK, mewarnai SD kelas 1 hingga 3, serta melukis layang-layang bagi siswa SD. Seluruh peserta dinilai berdasarkan kreativitas, teknik, dan kesesuaian dengan ketentuan lomba.
Ketua Pelaksana JIKF 2026, Anang Sarjiyanto, mengatakan OLLANESIA dirancang sebagai media edukasi yang mengenalkan layang-layang kepada generasi muda tidak hanya sebagai permainan, tetapi juga sebagai olahraga, seni, dan warisan budaya.
"Harapannya ke depan semakin banyak peserta yang mengikuti kegiatan ini karena mampu meningkatkan kreativitas sekaligus keterampilan anak-anak," kata Anang.
Menurutnya, keberlanjutan ajang tersebut menjadi penting untuk menjaga eksistensi budaya layang-layang di tengah perkembangan zaman sekaligus mencetak generasi muda yang memiliki minat terhadap bidang tersebut.
Pelaksanaan OLLANESIA mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, dan Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.
Program Director OLLANESIA, Rizal Rusyadi, mengatakan kompetisi tersebut diproyeksikan menjadi cikal bakal olimpiade layang-layang pelajar berskala nasional.
"Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan melalui layang-layang yang memuat nilai seni, budaya, sains, kreativitas, hingga pendidikan karakter," ungkap Rizal.
Ia berharap OLLANESIA dapat berkembang menjadi agenda nasional yang melibatkan lebih banyak pelajar dari berbagai daerah serta melahirkan generasi muda yang kreatif dan mencintai budaya Indonesia.
Sementara itu, juri dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Yunanto Buyung Mahendra, menilai kualitas karya peserta, khususnya pada kategori melukis tingkat SD kelas 4 hingga 6, menunjukkan tingkat kreativitas yang tinggi.
"Ide yang dituangkan sangat kreatif dan tekniknya melampaui bayangan kami untuk ukuran anak sekolah dasar," tuturnya.
Pada penutupan acara, panitia mengumumkan para pemenang di seluruh kategori. Juara memperoleh Piala Putri Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, piagam dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), paket Faber-Castell, serta uang pembinaan.
Melalui penyelenggaraan OLLANESIA 2026, panitia berharap kompetisi tersebut dapat menjadi agenda berkelanjutan untuk membina pelajar sekaligus memperkuat pelestarian budaya layang-layang Indonesia hingga mampu bersaing di tingkat internasional. (Fqh).


