Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pemkot Yogyakarta Gelar Job Fair 2026, Sediakan Lebih dari 2.000 Lowongan Kerja

Selasa, 14 Juli 2026 | Juli 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-14T09:05:08Z




Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) menggelar Job Fair Kota Yogyakarta 2026 pada 15–16 Juli 2026 di Auditorium LPP Yogyakarta. Sebanyak 29 perusahaan membuka lebih dari 2.000 lowongan kerja bagi pencari kerja dengan berbagai jenjang pendidikan dan kompetensi.


Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Patricia Heny Dian Anitasari, mengatakan bursa kerja tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah mempercepat penempatan tenaga kerja sekaligus memenuhi kebutuhan perusahaan terhadap sumber daya manusia yang kompeten.


"Job Fair merupakan bentuk pelayanan publik untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha secara langsung. Harapannya, proses penempatan tenaga kerja menjadi lebih cepat dan kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja dapat terpenuhi," kata Patricia saat konferensi pers Job Fair Kota Yogyakarta 2026 di Ruang Rapat Lantai 1 Dinas Kominfosan Kota Yogyakarta, Senin (13/7/2026).


Selain 29 perusahaan, kegiatan ini juga melibatkan 1 Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) yang memberikan informasi peluang kerja resmi di luar negeri serta 4 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang menyediakan layanan peningkatan kompetensi bagi masyarakat.


Patricia menjelaskan, lowongan yang tersedia berasal dari berbagai sektor, di antaranya jasa, ritel, kuliner, manufaktur, teknologi informasi, keuangan, dan kesehatan. Menurutnya, sektor jasa masih menjadi penyedia lowongan terbanyak karena sesuai dengan karakteristik perekonomian Kota Yogyakarta.


Untuk meningkatkan peluang penempatan kerja, Dinsosnakertrans melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja yang diajukan perusahaan dengan profil pencari kerja yang telah terdaftar.


"Kami melihat latar belakang pendidikan, kompetensi, pengalaman kerja hingga minat pencari kerja. Kami juga memastikan perusahaan menyampaikan kualifikasi secara jelas agar proses matching antara kebutuhan perusahaan dan kompetensi pencari kerja dapat berjalan optimal," tuturnya.


Job Fair 2026 juga menyediakan layanan khusus bagi penyandang disabilitas melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan. Melalui layanan tersebut, penyandang disabilitas akan memperoleh pendampingan mulai dari asesmen kompetensi hingga proses penempatan kerja sesuai kemampuan dan kebutuhan perusahaan.


Selain itu, Dinsosnakertrans membuka layanan Konseling Karier secara gratis. Layanan tersebut ditujukan bagi pencari kerja yang membutuhkan pendampingan dalam menentukan pilihan karier, menyusun curriculum vitae (CV), mengenali potensi diri, hingga mempersiapkan wawancara kerja.


Patricia mengungkapkan masih banyak pencari kerja yang datang ke bursa kerja tanpa persiapan memadai. Karena itu, ia mengimbau peserta mempelajari profil perusahaan yang dituju, menyesuaikan CV dengan posisi yang dilamar, berpakaian profesional, serta melatih kemampuan memperkenalkan diri secara singkat saat wawancara.


"HRD tidak hanya menilai kemampuan akademik, tetapi juga karakter, kemampuan berkomunikasi, kemauan belajar, dan kemampuan beradaptasi," terangnya.


Usai pelaksanaan Job Fair, Dinsosnakertrans memastikan layanan kepada pencari kerja tetap berlanjut melalui informasi pasar kerja, bimbingan jabatan, pelatihan peningkatan kompetensi, hingga program pemberdayaan tenaga kerja mandiri. Data pencari kerja yang telah terdaftar juga akan terus direkomendasikan kepada perusahaan mitra apabila terdapat kebutuhan rekrutmen baru.


Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan sedikitnya 50 pencari kerja dapat langsung terserap selama pelaksanaan Job Fair 2026. Namun, menurut Patricia, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang diterima bekerja selama dua hari penyelenggaraan, melainkan juga dari keberlanjutan proses rekrutmen setelah kegiatan berakhir.


"Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, lembaga pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Yogyakarta," pungkasnya. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update