Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

FSY 2026 Digelar, Pemkot Yogyakarta Angkat Tema LAKU untuk Perkuat Ekosistem Sastra

Jumat, 21 Agustus 2026 | Agustus 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-20T18:14:56Z


Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta menggelar Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026 dengan mengusung tema “LAKU”. Festival tersebut berlangsung pada 23–30 Agustus 2026 di Taman Budaya Embung Giwangan Yogyakarta.


Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetty Martanti, S.Sos., MM, mengatakan FSY 2026 diarahkan sebagai ruang pertemuan bagi berbagai unsur ekosistem sastra, tidak hanya sebagai agenda pertunjukan.


“LAKU dimaknai sebagai perjalanan sekaligus praktik. Menulis merupakan laku, membaca merupakan laku, mengkaji dan mengkritik sastra merupakan laku, termasuk mengajarkan, menerbitkan dan mendistribusikan buku,” kata Yetty saat jumpa pers FSY 2026 di Ruang Wijaya Kusuma, Taman Budaya Embung Giwangan, Rabu (19/8/2026).


Menurut Yetty, tema tersebut menjadi upaya untuk melihat sastra tidak hanya dari karya yang telah selesai, tetapi dari proses yang terus berlangsung di tengah masyarakat.


FSY 2026 dikembangkan oleh tiga kurator, yakni Paksi Raras Alit, Ramayda Akmal, dan Fairuzul Mumtaz. Berbagai program disiapkan untuk mempertemukan penulis, sastrawan, akademisi, penerbit, komunitas, pelaku budaya dan masyarakat.


Program FSY 2026 antara lain Pasar Buku Sastra, Gunungan Buku, bedah buku, diskusi dan workshop penulisan, pameran apresiasi karya sastra, kuratorial dan artis talk, Poetry Jam, Haul Sastrawan Jogja, Orasi Budaya, Open Stage Sastra “Bacalah”, serta Seminar Nasional.


Dalam penyelenggaraan Pasar Buku Sastra, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta berkolaborasi dengan IKAPI DIY. Pasar tersebut menjadi ruang pertemuan penerbit, penulis, komunitas dan pembaca sekaligus menghadirkan berbagai judul buku.


Pembukaan FSY 2026


Panggung pembukaan FSY 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 23 Agustus 2026, pukul 19.30 WIB hingga selesai di Panggung Teras depan Grha Budaya, Taman Budaya Embung Giwangan.


Pembukaan akan menghadirkan orasi budaya bertema “Sastra sebagai Laku Akademik dan Laku Hidup”.


Selain orasi budaya, pembukaan melibatkan anak-anak pemenang kompetisi bahasa dan sastra yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya regenerasi dan penguatan apresiasi sastra sejak usia dini.


Sementara itu, panggung penutupan akan digelar pada Sabtu, 29 Agustus 2026, pukul 19.30 WIB hingga selesai di Amphitheatre Taman Budaya Embung Giwangan.


Penutupan akan diisi Malam Anugerah Sayembara Puisi Nasional FSY 2026. Hingga Rabu (19/8/2026), sekitar 2.500 karya puisi dari penulis berbagai daerah di Indonesia telah diterima panitia.


Sayembara tersebut menyediakan total hadiah Rp5 juta. Juri terdiri dari An Ismanto, Hasta Indriyana dan Nur Wahida Idris.


Panggung penutupan juga menghadirkan Dee Lestari dan Kiai Kanjeng.


Satukan Sastra Indonesia dan Sastra Jawa


FSY 2026 juga memberikan ruang bagi sastra Indonesia dan sastra Jawa. Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta memandang kedua tradisi tersebut sebagai bagian dari ekosistem sastra yang berkembang di Yogyakarta.


“FSY 2026 berupaya memberikan ruang bagi bahasa, karya, pelaku, komunitas dan tradisi sastra Indonesia maupun sastra Jawa,” jelas Yetty.


Penyelenggaraan festival melibatkan sejumlah pihak, antara lain IKAPI DIY, Suku Sastra, Jawacana, Balai Bahasa DIY, Prodi Sastra Jawa FIB UGM, Magister Sastra UGM, Dinkop UMKM DIY, komunitas aksara Jawa se-DIY/Jateng, komunitas sastra, sastrawan, budayawan, akademisi dan penerbit.


Yetty menegaskan kolaborasi menjadi bagian penting dalam pengembangan festival. Pemerintah berperan menyediakan ruang dan fasilitasi, sementara komunitas serta pelaku ekosistem sastra turut memberikan pengetahuan, jaringan dan kreativitas.


“Keberhasilan FSY tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan atau jumlah pengunjung, tetapi juga dari sejauh mana festival mampu memperluas akses masyarakat terhadap sastra, mempertemukan pelaku sastra dan memperkuat keberlanjutan ekosistem sastra di Yogyakarta,” katanya.


Melalui FSY 2026, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap sastra semakin dekat dengan masyarakat dan tidak berhenti sebagai karya atau pertunjukan, tetapi menjadi bagian dari praktik kehidupan kebudayaan.


Festival Sastra Yogyakarta 2026 terbuka untuk masyarakat dan berlangsung pada 23–30 Agustus 2026 di Taman Budaya Embung Giwangan Yogyakarta. (Fqh).

 

×
Berita Terbaru Update