Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Gugus Soedarwono PIONIR UGM 2026 Srawung Bersama Warga, dari Edukasi Kesehatan hingga Lingkungan

Selasa, 11 Agustus 2026 | Agustus 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-10T17:16:01Z


Sleman, ISUETERKININEWS.COM – Suasana sejumlah kampung di Padukuhan Kayen dan Kentungan, Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman, tampak berbeda pada Minggu (9/8/2026). Mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Gugus Soedarwono turun langsung dan berbaur bersama warga melalui Action Plan PIONIR Gadjah Mada 2026.


Tak hanya datang untuk menjalankan program, para Gadjah Mada Muda (Gamada) ikut dalam aktivitas masyarakat. Kegiatannya beragam, mulai dari edukasi kesehatan, senam bersama, pemilahan sampah, dolanan lawas, hingga permainan yang melibatkan mahasiswa dan warga.


Momentum Action Plan kali ini juga bertepatan dengan semarak menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sejumlah kegiatan mahasiswa pun menyatu dengan agenda Agustusan yang telah disiapkan masyarakat.


Action Plan menjadi bagian dari rangkaian PIONIR Gadjah Mada 2026 yang berlangsung pada 9–14 Agustus 2026. Mengusung tema “Sinergi Gadjah Mada Muda, Srawung Wujudkan Aksi Nyata”, kegiatan ini melibatkan 11.099 mahasiswa baru UGM.


Mereka diterjunkan ke 20 kelurahan dan kalurahan di sekitar kampus, meliputi 14 kelurahan di Kota Yogyakarta dan enam kalurahan di Kabupaten Sleman.


Srawung di Tengah Masyarakat Condongcatur


Condongcatur menjadi salah satu wilayah yang menjadi ruang belajar bagi mahasiswa baru. Pada Minggu, mahasiswa Gugus Soedarwono antara lain berkegiatan di RW 43 dan RW 45 Padukuhan Kayen serta RW 50 dan RW 51 Padukuhan Kentungan.


Pelaksanaan di Condongcatur telah memperoleh izin Pemerintah Kalurahan Condongcatur. Berdasarkan Surat Keterangan Nomor 000.9.2/044/VII/2026 tertanggal 10 Juli 2026, lokasi kegiatan tersebar di sejumlah RW di Padukuhan Manukan, Sanggrahan, Gejayan, Pringwulung, Kayen, Kentungan, dan Joho.


Dalam Action Plan, mahasiswa diarahkan untuk menjadikan masyarakat sebagai ruang belajar. Mereka tidak hanya membawa agenda dari kampus, tetapi juga mengikuti aktivitas warga, membuka komunikasi dengan berbagai generasi, sekaligus mengenali karakter lingkungan di sekitar UGM.


Co-Fasilitator Gugus Soedarwono 3, M. Kaysan Adila, menyebut pengalaman turun langsung ke masyarakat menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengasah kepekaan sosial sejak awal perkuliahan.


“Action Plan menjadi kesempatan bagi Gadjah Mada Muda untuk mengenal lingkungan sosial di sekitar kampus. Mahasiswa tidak hanya datang membawa kegiatan, tetapi belajar srawung, mendengarkan, berinteraksi, dan melakukan aktivitas bersama masyarakat,” kata Kaysan.


Dari Kesehatan hingga Persoalan Sampah


Salah satu kegiatan berlangsung di RW 45 Padukuhan Kayen. Sebanyak 53 mahasiswa baru lintas fakultas yang tergabung dalam Gugus Soedarwono 3 berbaur dengan masyarakat setempat.


Mereka didampingi dua Co-Fasilitator, yakni M. Kaysan Adila dari Fakultas Teknik dan Endah Nur Halimah dari Fakultas Geografi.


Puluhan Gamada tersebut dibagi menjadi empat kelompok dengan dua fokus kegiatan. Kelompok 1 dan 2 mengangkat Maheswari atau Makanan Sehat dan Senam Warga Cegah Hipertensi. Adapun kelompok 3 dan 4 membawa Sala-Bagi atau Sampah Terpilah, Badan Bergairah.


Kegiatan dimulai selepas arisan PKK RT 07 dan RT 08. Warga kemudian mengikuti sosialisasi dan senam sehat bersama mahasiswa. Pola kegiatan semacam ini membuat mahasiswa tidak berjalan dengan agenda sendiri, tetapi bergabung dengan aktivitas yang sudah ada di lingkungan masyarakat.


Ketua RW 45, Untung Maryanto, mengatakan pendekatan tersebut membuat interaksi antara mahasiswa dan warga terasa lebih dekat.


“Mahasiswa bisa langsung berbaur dengan warga, mengikuti kegiatan PKK, sosialisasi, dan senam bersama. Yang kami rasakan, mereka tidak membuat kegiatan sendiri-sendiri, tetapi masuk dan menyatu dengan aktivitas warga. Masyarakat senang dan antusias,” ujar Untung.


Ikut Larut dalam Semarak Agustusan


Kebersamaan mahasiswa dan masyarakat juga terlihat di RW 43 Padukuhan Kayen. Mahasiswa Gugus Soedarwono 1 bergabung dalam kegiatan warga yang dipusatkan di kawasan Green Kayen sejak Minggu pagi.


Senam bersama membuka rangkaian kegiatan, disusul dolanan lawas, permainan, serta edukasi mengenai pemilahan sampah. Di saat yang sama, warga tengah memeriahkan rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.


Suasana Agustusan membuat interaksi mahasiswa dengan warga berlangsung lebih cair. Permainan dan dolanan lawas menjadi ruang untuk membangun keakraban, sementara edukasi pemilahan sampah menyelipkan pesan kepedulian terhadap lingkungan.


Dukuh Kayen, Ade Hermawan Susilo, mengapresiasi pola kegiatan tersebut. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya hadir menjalankan program, tetapi benar-benar ikut dalam aktivitas masyarakat.


“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa baru UGM. Mereka tidak sekadar datang melaksanakan program, tetapi ikut srawung dan berinteraksi dengan warga. Apalagi bersamaan dengan semarak HUT ke-81 RI, suasananya menjadi semakin meriah. Ini menjadi bentuk sinergi yang baik antara kampus dan masyarakat,” kata Ade.


Action Plan pada hari yang sama turut berlangsung di RW 50 dan RW 51 Padukuhan Kentungan. Kegiatan di masing-masing wilayah tidak dibuat seragam, melainkan menyesuaikan kondisi, kebutuhan, serta agenda masyarakat setempat.


Bagi mahasiswa baru, pengalaman tersebut menjadi bagian awal untuk mengenal kehidupan di luar lingkungan akademik. Mereka bertemu langsung dengan masyarakat, belajar membangun komunikasi, sekaligus melihat persoalan kesehatan, sosial, dan lingkungan dari dekat.


Dari Kayen hingga Kentungan, semangat “Sinergi Gadjah Mada Muda, Srawung Wujudkan Aksi Nyata” diterjemahkan melalui perjumpaan sederhana antara mahasiswa dan warga. Kampus membawa mahasiswa keluar dari ruang kelas, sementara masyarakat memberikan ruang bagi mereka untuk belajar melalui pengalaman nyata. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update