Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kemarau Panjang 2026, PDAM Tirta Sembada Pastikan Pasokan Air Bersih Sleman Tetap Aman

Kamis, 03 September 2026 | September 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-03T14:31:00Z


Sleman, ISUETERKININEWS.COM — Kondisi musim kemarau panjang yang berlangsung pada 2026 menjadi perhatian sejumlah daerah, terutama dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Meski menghadapi tantangan akibat minimnya curah hujan dalam waktu yang cukup lama, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sembada Kabupaten Sleman memastikan pelayanan air bersih kepada pelanggan tetap berjalan dengan baik.


Direktur Utama PDAM Tirta Sembada Sleman, Bernadus Edy Nugroho, SE., MM, mengatakan pihaknya terus menjaga kestabilan pasokan melalui pengelolaan sumber air baku dan sistem distribusi yang telah dipersiapkan menghadapi musim kering.


Menurut Edy, kondisi kemarau tahun ini memang memiliki durasi lebih panjang dibandingkan periode sebelumnya. Namun, hingga saat ini distribusi air bersih kepada pelanggan, baik rumah tangga maupun sektor usaha, masih berlangsung secara normal.


"Musim kemarau yang lebih panjang menjadi tantangan tersendiri, tetapi kami memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi dan pelayanan distribusi tetap berjalan,"ujar Edy Nugroho saat ditemui, Rabu (2/9/2026).


Ia menjelaskan, keberadaan sumber air baku menjadi faktor utama dalam menjaga keberlangsungan sistem penyediaan air minum. Karena itu, PDAM Tirta Sembada terus mengoptimalkan pengelolaan berbagai sumber air yang tersedia agar mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.


Salah satu sumber air baku utama yang menopang pelayanan PDAM Tirta Sembada Sleman adalah Mata Air Umbul Wadon yang berada di kawasan Plunyon, Kali Kuning, Cangkringan, Kabupaten Sleman.


Pada musim penghujan, debit air dari Umbul Wadon dapat mencapai sekitar 650 liter per detik. Sementara saat musim kemarau, debitnya masih berada pada kisaran 400 liter per detik. Sumber mata air tersebut memiliki peran penting karena berada di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Opak, DAS Progo, dan DAS Oya.


Edy menyebut keberadaan Umbul Wadon menjadi salah satu potensi sumber daya air yang sangat berharga dalam mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat Sleman.


Selain mengandalkan mata air pegunungan, PDAM Tirta Sembada juga memanfaatkan sejumlah sumber air lainnya, seperti aliran sungai, sumur dalam (deep well), sumur dangkal (shallow well), serta air permukaan. Seluruh sumber air tersebut terlebih dahulu melalui proses pengolahan di instalasi pengolahan air sebelum dialirkan kepada pelanggan untuk memastikan kualitasnya sesuai standar kesehatan.


Beberapa sungai yang menjadi sumber pendukung pelayanan air bersih PDAM Tirta Sembada antara lain Sungai Bedog, Sungai Konteng, Sungai Denggung, dan Sungai Opak. Selain itu, terdapat tambahan pasokan melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional yang memanfaatkan sumber air dari Sungai Progo.


Saat ini, PDAM Tirta Sembada Sleman melayani sebanyak 45.993 sambungan pelanggan aktif. Pelayanan tersebut terbagi dalam tiga wilayah utama, yakni wilayah Barat, Tengah, dan Timur. Jaringan layanan perusahaan telah menjangkau 16 kapanewon di Kabupaten Sleman dengan cakupan sekitar 23 hingga 40 persen dari total jumlah penduduk.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman, jumlah penduduk Kabupaten Sleman tercatat mencapai 1.179.382 jiwa yang tersebar di 17 kapanewon. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan ketersediaan dan distribusi air bersih secara berkelanjutan.


Dalam menghadapi musim kemarau, PDAM Tirta Sembada melakukan berbagai langkah pemantauan terhadap kondisi sumber air, jaringan distribusi, serta wilayah yang berpotensi mengalami gangguan tekanan pasokan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal.


Di sisi lain, Edy mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga ketersediaan air dengan menggunakan air secara hemat dan bijaksana. Penghematan dapat dilakukan melalui langkah sederhana, seperti mematikan kran setelah digunakan, segera memperbaiki kebocoran saluran air, menggunakan air secukupnya saat mencuci, serta memanfaatkan kembali air bekas cucian untuk kebutuhan lain.


"Ketersediaan air merupakan tanggung jawab bersama. Penggunaan air secara bijak akan membantu menjaga keberlanjutan sumber daya air sekaligus mendukung pelayanan air bersih bagi masyarakat Sleman," tutup Edy. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update