Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

FORSA Satukan Pelajar Yogyakarta, Dorong Kolaborasi Lintas Sekolah dan Prestasi Generasi Muda

Selasa, 27 Oktober 2026 | Oktober 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-27T05:44:40Z




Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta mengajak pelajar dari berbagai sekolah untuk memperkuat kerja sama dan membangun semangat persatuan. Melalui Forum OSIS se-Kota Yogyakarta (FORSA), para pelajar didorong untuk saling berkolaborasi, mengembangkan potensi, dan meningkatkan prestasi tanpa terjebak dalam rivalitas antarsekolah.


Ajakan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, saat menghadiri FORSA yang berlangsung di Ruang Bima, Balai Kota Yogyakarta, Senin (26/10/2026). Kegiatan itu mengangkat tema “Pelajar Yogyakarta: Bersatu, Beraksi, Berprestasi”.


Wawan mengatakan, pelajar mempunyai peran penting dalam mempersiapkan masa depan bangsa. Karena itu, generasi muda perlu mendapat ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun hubungan yang baik dengan pelajar dari sekolah lain.


Menurutnya, kegiatan bersama antarsekolah bisa menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan rasa persatuan. Pelajar tidak hanya diajak mengejar prestasi, tetapi juga belajar menghargai perbedaan dan bekerja sama.


“Bagaimana pelajar dan pemuda ini justru membuat satu kegiatan yang berkolaborasi. Kita menunjukkan bentuk persatuan dan kesatuan bangsa melalui kerja bersama, sehingga tumbuh jiwa persatuan untuk kota, provinsi, dan Indonesia,” kata Wawan.


Ia mencontohkan, perlombaan atau kegiatan pelajar dapat dibuat dengan melibatkan peserta dari beberapa sekolah dalam satu tim. Dengan cara ini, siswa tidak hanya berjuang membawa nama sekolah masing-masing, tetapi juga bekerja sama untuk meraih hasil terbaik.


Wawan berharap pola kegiatan tersebut dapat mengurangi persaingan yang tidak sehat di kalangan pelajar. Terlebih, rivalitas antarsekolah berpotensi berkembang menjadi konflik hingga tindakan kejahatan jalanan atau klitih.


“Kalau kita bentuk bahwa kita menang sebagai satu kelompok untuk satu daerah, itu berbeda,” ungkapnya.


Meski begitu, Wawan tidak ingin semangat berkompetisi di kalangan pelajar hilang. Menurutnya, persaingan tetap diperlukan selama diarahkan pada kegiatan yang positif dan mampu menghasilkan prestasi.


Pelajar Yogyakarta Juga Diajak Lestarikan Budaya


Dalam kesempatan itu, Wawan turut menyoroti pentingnya pendidikan budaya bagi generasi muda. Ia ingin pelajar Yogyakarta tetap mengenal sejarah dan tradisi daerah di tengah perkembangan zaman.


Pengenalan budaya tersebut, kata dia, bisa dilakukan melalui kegiatan sederhana, mulai dari mempelajari bahasa daerah, mengenal permainan tradisional, hingga memahami tata cara mengenakan busana adat.


Pemkot Yogyakarta sendiri telah menghadirkan kegiatan Setu Sinau yang berlangsung setiap Sabtu di kawasan Malioboro. Program tersebut menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan kembali adat istiadat Yogyakarta, khususnya kepada kalangan pelajar.


Wawan berharap ke depan semakin banyak kegiatan yang dapat melibatkan anak muda dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah.


Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, Agus Trimadi, mengatakan pihaknya terus berupaya memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas.


Salah satunya melalui Expo Karya Pemuda yang berlangsung pada 23–28 Oktober 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda itu memberi ruang bagi anak muda untuk menampilkan hasil karya sekaligus mengembangkan kemampuan berwirausaha.


Agus menilai, kegiatan semacam ini penting agar pemuda tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga mampu mengambil peran dalam berbagai aktivitas yang bermanfaat bagi masyarakat.


“Kami berharap pemuda-pemuda di Kota Yogyakarta menjadi agen perubahan. Karena itu, perlu diciptakan program-program pelayanan kepemudaan yang mendukung perkembangan dan potensi mereka,” tutur Agus.


FORSA Diharapkan Pererat Hubungan Antarpelajar


Kepala Bidang Pembinaan SMP, Hasyim, mengatakan kerja sama antarsekolah perlu terus dibangun, termasuk melalui kegiatan yang mempertemukan para pengurus OSIS di Kota Yogyakarta.


Menurutnya, persoalan yang dihadapi pelajar saat ini tidak bisa ditangani secara sendiri-sendiri. Perlu ada komunikasi dan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari siswa, guru, sekolah, hingga lembaga terkait.


“Sekarang sistemnya kita sudah harus kolaborasi. Tidak individualis, tetapi harus bersinergi, sehingga hal-hal yang sulit bisa dipecahkan bersama,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala SMP IT Abu Bakar Yogyakarta, Eko Budi Lestari, mengingatkan para pengurus OSIS agar ikut menjaga nama baik Yogyakarta sebagai kota pelajar.


Ia tidak ingin aksi klitih yang melibatkan kalangan remaja justru menjadi hal yang lebih dikenal dibandingkan prestasi para pelajar di Yogyakarta.


Menurut Eko, pelajar harus mampu menunjukkan bahwa generasi muda Yogyakarta memiliki banyak potensi dan dapat menghasilkan berbagai pencapaian positif.


“Jangan sampai klitih yang ada sekarang ini di kalangan pelajar Kota Yogyakarta maupun DIY menjadi hal yang terkenal. Tunjukkan bahwa klitih itu akan hilang dengan prestasi-prestasi yang kita dapatkan,” imbuhnya.


Eko berharap FORSA dapat dimanfaatkan para pengurus OSIS untuk memperluas pertemanan, saling bertukar pengalaman, dan menyusun kegiatan bersama yang bisa diterapkan di sekolah masing-masing.


Melalui forum tersebut, pelajar dari berbagai sekolah di Yogyakarta diharapkan semakin terbiasa bekerja sama, bukan hanya saat mengikuti kegiatan atau perlombaan, tetapi juga dalam menghadapi persoalan di lingkungan mereka.


Kolaborasi lintas sekolah ini diharapkan turut memperkuat persatuan sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi pelajar Yogyakarta untuk mengembangkan prestasi menuju Indonesia Emas 2045. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update