Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya menjadi momentum tradisi dan kebersamaan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi budaya antar daerah di Indonesia. Pemerintah Kota Yogyakarta melihat potensi sinergi budaya bersama Kota Singkawang sebagai langkah strategis dalam memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya Nusantara.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan bahwa kedua kota selama ini dikenal luas sebagai pusat perayaan Imlek terbesar di Indonesia, namun memiliki karakteristik yang berbeda dan justru saling melengkapi.
Menurutnya, perayaan Imlek di Singkawang lebih menonjolkan aspek religiusitas dengan puncak perayaan yang berlangsung dalam satu hari, sementara Yogyakarta menghadirkan rangkaian prosesi budaya, seni pertunjukan, serta atraksi tradisi yang dapat berlangsung hingga beberapa hari.
“Apabila kedua konsep ini dipadukan, akan tercipta sinergi yang sangat baik dan mampu menghadirkan daya tarik wisata budaya yang lebih kuat,” ujar Hasto kepada awak media di lokasi pembukaan PBTY, Rabu (25/2/2026).
Rencana kolaborasi tersebut diarahkan pada pembentukan konsep aglomerasi budaya, yakni kerja sama lintas daerah yang mengintegrasikan kekuatan tradisi, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam satu ekosistem perayaan yang berkelanjutan.
Pemerintah Kota Yogyakarta bahkan berencana melakukan pertemuan langsung dengan Pemerintah Kota Singkawang guna membahas peluang kerja sama secara lebih terstruktur. Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan perayaan Imlek berskala nasional hingga internasional yang melibatkan dua destinasi budaya unggulan Indonesia.
Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, kolaborasi ini juga diyakini dapat memperkuat promosi budaya Tionghoa di Indonesia sekaligus menjadi ruang pelestarian tradisi yang hidup di tengah masyarakat multikultural.
Melalui sinergi tersebut, perayaan Imlek tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga berkembang sebagai simbol toleransi, keberagaman, serta penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya di berbagai daerah. (Fqh).
