Notification

×

Iklan

Iklan

Hari Filateli Nasional Diperingati di Yogya, Dorong Pelestarian Sejarah dan Budaya

Senin, 30 Maret 2026 | Maret 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-30T13:41:40Z




Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Peringatan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 yang berlangsung di Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG), Kota Yogyakarta, dimanfaatkan sebagai momentum untuk menguatkan pelestarian sejarah dan budaya melalui filateli.


Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengatakan, filateli tidak hanya identik dengan kegiatan mengoleksi perangko, tetapi juga berperan dalam merekam perjalanan sejarah sekaligus mempertegas identitas budaya suatu bangsa.


“Perangko bukan sekadar alat komunikasi. Di dalamnya ada cerita tentang sejarah, budaya, sampai tokoh-tokoh penting. Itu yang menjadi bagian dari identitas kita,” ujar Fadli saat menghadiri peringatan HFN, Minggu (29/3/2026).


Menurut dia, perangko juga kerap dimanfaatkan sebagai sarana diplomasi budaya antarnegara. Melalui penerbitan bersama, perangko bisa menjadi penanda hubungan bilateral sekaligus memperkenalkan karakter masing-masing negara.


“Banyak negara masih menerbitkan perangko untuk memperingati hubungan diplomatik, misalnya 50 atau 70 tahun kerja sama. Ini juga bagian dari diplomasi budaya,” katanya.


Di tengah derasnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), Fadli menilai filateli tetap memiliki tempat. Ia menyebut, minat terhadap benda fisik sebagai bagian dari budaya material masih cukup kuat, termasuk di kalangan generasi muda.


"Teknologi terus berkembang, tapi ketertarikan pada budaya material tidak serta-merta hilang. Filateli bisa jadi salah satu media ekspresi, termasuk bagi generasi Z,” ucapnya.


Dalam rangkaian kegiatan tersebut, panitia juga menggelar penandatanganan sampul peringatan HFN serta peluncuran buku Kantor Pos bertajuk DJOCJA. Selain itu, dilakukan pula penanaman pohon dan hand stamp sebagai bagian dari peringatan.


Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyambut baik pelaksanaan HFN di kotanya. Ia menilai filateli memiliki peran sebagai media pencatat sejarah dan peradaban manusia.


“Lewat perangko, kita bisa melihat berbagai peristiwa, bangunan, hingga tokoh penting. Saat melihatnya, seperti membuka kembali cerita masa lalu,” jelas Hasto.


Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat ekosistem budaya di Yogyakarta sekaligus meningkatkan daya tarik wisata.


“Kami ingin Yogyakarta semakin dikenal sebagai kota budaya. Kegiatan seperti ini diharapkan juga bisa berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan,” pungkasnya. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update