Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pembukaan ARTJOG 2026 Diwarnai Aksi Teatrikal, Petugas Keamanan Hentikan Protes Seniman

Minggu, 21 Juni 2026 | Juni 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-21T01:46:16Z


Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM — Pembukaan ARTJOG 2026 di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta, Jumat (19/6/2026) malam, diwarnai aksi teatrikal seorang seniman yang menyampaikan protes terhadap penyelenggaraan pameran seni tahunan tersebut. Aksi itu berakhir setelah petugas keamanan menghentikannya di area pintu masuk utama galeri.


Peristiwa terjadi sesaat setelah pembukaan ARTJOG 2026. Seorang pria berpakaian hitam dan mengenakan sebo atau penutup wajah naik ke area depan pintu masuk galeri, tepat di bawah logo ARTJOG, lalu melakukan monolog teatrikal di hadapan pengunjung.


Dalam aksinya, pria tersebut menebarkan bunga sebelum mengeluarkan cat semprot. Situasi berubah ketika cat berwarna merah muda yang dilemparkan dari arah timur mengenai plakat ARTJOG yang terpasang di tembok.


Petugas keamanan kemudian bergerak setelah lemparan cat ketiga mengenai plakat. Sejumlah petugas langsung mengamankan pria tersebut dan membawanya ke pos penjagaan untuk dimintai keterangan.


Sebelum diamankan, pria itu sempat menyampaikan kritik terhadap dunia seni dan kalangan intelektual di hadapan pengunjung yang masih berada di sekitar lokasi.


"Sastra telah mati, seni telah mati. Intelektual tanpa hasrat pemberontakan adalah perpanjangan tangan negara," teriaknya saat melakukan aksi.


Setelah menjalani pemeriksaan awal di pos keamanan, pria tersebut dipindahkan ke ruang transit untuk bertemu dengan panitia penyelenggara ARTJOG 2026.


Sekitar 20 menit kemudian, pria yang mengaku bernama Ayik itu diperbolehkan meninggalkan ruang transit. Kepada wartawan, ia menjelaskan bahwa aksi yang dilakukan merupakan bentuk kritik terhadap penyelenggaraan ARTJOG 2026 Yang menurutnya mendapat dukungan dari Didit Hediprasetyo Foundation.


"Aksi ini adalah bentuk kritik kami terhadap penyelenggaraan ARTJOG 2026," ujar Ayik kepada wartawan.


Lebih lanjut, Ayik juga menyampaikan keberatannya terhadap tindakan petugas keamanan yang menghentikan aksi tersebut. Menurutnya, ruang seni semestinya tetap membuka kesempatan bagi berbagai bentuk ekspresi kritik.


"Saya menyayangkan respons petugas keamanan terhadap aksi yang kami lakukan," katanya.


Belakangan diketahui aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan kolektif seniman yang menamakan diri ARTJOKES. Kelompok itu menyebut aksi teatrikal sengaja digelar untuk menyampaikan kritik terhadap arah penyelenggaraan ARTJOG 2026.


Mereka juga menyoroti isu independensi seni, kebebasan berekspresi, serta hubungan antara institusi seni dan pihak sponsor yang dinilai perlu menjadi bahan diskusi publik. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update