Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Mahasiswa UIN Suka dan BNNK Sleman Gelar Edukasi Bahaya NAPZA untuk Remaja di Condongcatur

Minggu, 17 Mei 2026 | Mei 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-17T13:14:18Z




Sleman, ISUETERKININEWS.COM — Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja terus digencarkan melalui kolaborasi berbagai pihak. Unit Kegiatan Mahasiswa Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Lingkar Seroja UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama Satgas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kayen Condongcatur dan Bina Keluarga Remaja (BKR) Sekar Melati Kayen mengadakan sosialisasi bahaya NAPZA bertajuk “Stay Clean Stay Strong: Remaja Tanpa NAPZA” di Joglo Suratno Kayen, Condongcatur, Depok, Sleman, Sabtu (16/5/2026).


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIB hingga 12.00 WIB tersebut diikuti sekitar 45 peserta yang terdiri dari kalangan remaja, kader BKR, hingga mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sosialisasi menghadirkan Penyuluh Narkoba Ahli Pertama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman, Dyah Wulandari Setyarin, S.I.P., sebagai pemateri utama.


Ketua panitia, Alyka Ayu Anggitasari, menyebut kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba yang kini semakin dekat dengan kehidupan remaja.


Menurut Alyka, generasi muda saat ini menghadapi arus informasi dan lingkungan pergaulan yang berkembang sangat cepat sehingga membutuhkan edukasi yang mudah dipahami dan dekat dengan realitas sehari-hari.


“Remaja perlu dibekali pemahaman yang benar tentang bahaya NAPZA sejak dini. Harapannya, mereka punya keberanian untuk menolak narkoba dan bisa menjadi contoh positif di lingkungannya,” ujar Alyka.


Ia menambahkan, tema Stay Clean Stay Strong dipilih untuk mengajak remaja memahami bahwa menjauhi narkoba bukan sekadar menjaga kesehatan, tetapi juga menjaga masa depan dan cita-cita mereka.


Dalam sesi penyuluhan, Dyah Wulandari Setyarin menjelaskan bahwa peredaran narkoba saat ini semakin mengkhawatirkan karena menyasar berbagai kelompok usia, termasuk pelajar dan remaja.


“Anak muda menjadi kelompok yang cukup rentan karena rasa ingin tahu yang tinggi dan pengaruh lingkungan pergaulan. Karena itu, edukasi mengenai bahaya NAPZA perlu dilakukan secara terus-menerus,” kata Dyah.


Ia juga memaparkan bahwa narkotika dan psikotropika memiliki dampak berbeda terhadap tubuh dan kondisi psikologis pengguna. Ada zat yang bersifat stimulan, depresan, hingga halusinogen yang semuanya dapat menimbulkan kerusakan fisik maupun mental apabila disalahgunakan.


“Efeknya bukan hanya pada kesehatan, tetapi juga bisa merusak hubungan sosial dan masa depan generasi muda,” jelasnya.


Selain edukasi kepada remaja, Dyah menilai peran keluarga dan lingkungan sekitar sangat penting dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.


Menurutnya, komunikasi yang baik dalam keluarga, pengawasan orang tua, dan lingkungan pertemanan yang positif menjadi faktor utama agar remaja tidak mudah terjerumus.


“Pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu keterlibatan keluarga, masyarakat, sekolah, dan pemerintah secara bersama-sama,” tambahnya.


Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti jalannya sosialisasi. Sejumlah peserta aktif bertanya mengenai ciri-ciri pergaulan berisiko, modus peredaran narkoba di kalangan remaja, hingga cara menolak ajakan menggunakan narkoba tanpa harus kehilangan teman.


Ketua Satgas P4GN Kayen Condongcatur, Ninik Setyarini, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan narkoba di lingkungan sekitar.


“Kegiatan seperti ini penting dilakukan secara rutin karena remaja adalah generasi penerus yang harus dijaga bersama. Mereka perlu memahami dampak narkoba dari berbagai sisi, baik kesehatan, sosial, ekonomi, maupun hukum,” ujar Ninik.


Ia berharap para peserta tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga ikut menyebarkan edukasi positif di lingkungan masing-masing.


“Kami berharap muncul agen-agen muda anti narkoba dari masyarakat sendiri sehingga gerakan pencegahan ini bisa terus berjalan,” katanya.


Kegiatan ditutup dengan sesi penulisan harapan, pesan, dan cita-cita peserta sebagai simbol komitmen bersama untuk menjauhi penyalahgunaan NAPZA dan mendukung terciptanya lingkungan yang sehat serta bebas narkoba di wilayah Condongcatur dan sekitarnya. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update