Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Wayang Cakruk Jadi Media Edukasi Sekolah Rakyat, Dinsos DIY dan DPRD DIY Dekatkan Program ke Warga Sleman

Sabtu, 23 Mei 2026 | Mei 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-23T14:34:05Z




Sleman, ISUETERKININEWS.COM – Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta bersama DPRD DIY kembali menghadirkan pendekatan budaya sebagai sarana efektif menyampaikan program pemerintah kepada masyarakat. Melalui pertunjukan Wayang Cakruk, kegiatan Reses dan Penyuluhan Sosial bertema Sekolah Rakyat digelar di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Jumat (22/5/2026).


Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut dipadati masyarakat yang antusias mengikuti penyuluhan sosial sekaligus menikmati hiburan rakyat bernuansa edukatif. Pendekatan budaya dipilih untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai program Sekolah Rakyat, yaitu layanan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.


Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani mengatakan media wayang memiliki kedekatan emosional dan kultural dengan masyarakat Yogyakarta sehingga pesan program pemerintah lebih mudah diterima.


“Harapannya, penyuluhan melalui media wayang ini menjadi media komunikasi kultural yang mudah diterima masyarakat Jawa. Wayang bukan hanya hiburan, tetapi juga media edukasi interaktif untuk menyampaikan program pemerintah, khususnya pendidikan berkualitas secara gratis bagi keluarga kurang mampu,” ujar Rahayu.


Pertunjukan Wayang Cakruk dibawakan oleh Ki Sumarno Purbo Carito dari Wonosari, Gunungkidul. Dengan gaya dialog jenaka, komunikatif, dan sarat pesan sosial, pementasan mampu menghidupkan suasana sekaligus menyampaikan substansi program secara ringan dan mudah dipahami masyarakat.


Mengusung tema “Sekolah Rakyat di DIY” dengan subtema “Pendidikan Berkualitas, Gratis, dan Berasrama untuk Anak Indonesia dari Keluarga Kurang Mampu”, masyarakat diajak memahami pentingnya pendidikan sebagai upaya memutus rantai kemiskinan.


Program Sekolah Rakyat sendiri menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem kategori Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan data pemerintah, termasuk anak-anak putus sekolah yang belum melanjutkan pendidikan. Jenjang pendidikan yang disiapkan meliputi tingkat SD, SMP, hingga SMA dengan konsep pendidikan berasrama yang aman, nyaman, dan terintegrasi.


Praktisi sosial, Supartini menegaskan bahwa Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi nyata dalam pengentasan kemiskinan melalui sektor pendidikan.


“Sekolah Rakyat sangat kita butuhkan karena persoalan besar yang masih kita hadapi adalah kemiskinan. Berdasarkan data Dikpora DIY, masih terdapat lebih dari 4.000 anak yang tidak sekolah. Program ini hadir untuk menjangkau anak-anak dari keluarga Desil 1 dan Desil 2,” jelasnya.


Ia menambahkan proses pendataan dilakukan secara proaktif berdasarkan data warga yang telah diverifikasi pemerintah.


“Petugas akan mendatangi langsung keluarga berdasarkan data warga yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2,” katanya.


Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pengembangan keterampilan sesuai potensi anak.


“Anak-anak yang memiliki kecerdasan akademik akan difasilitasi untuk melanjutkan hingga perguruan tinggi. Sementara yang memiliki minat di bidang otomotif, kuliner, maupun keterampilan lainnya akan diberikan pelatihan dan sertifikasi agar siap memasuki dunia kerja,” imbuhnya.


Seluruh layanan pendidikan dalam program tersebut diberikan secara gratis dengan standar kualitas yang baik.


“Manfaat Sekolah Rakyat adalah gratis dan kualitas layanan pendidikannya disiapkan sesuai standar,” tegasnya.


Dalam kesempatan itu, rohaniwan Jamilludin turut mengajak masyarakat mendukung program pengentasan kemiskinan dari perspektif nilai keagamaan. Ia menekankan bahwa kepedulian terhadap masyarakat miskin merupakan bagian penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan.


Sementara itu, mewakili Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Carik Condongcatur Riska Dian Nur Lestari mengapresiasi kolaborasi antara Dinas Sosial DIY dan DPRD DIY yang memanfaatkan budaya lokal sebagai sarana edukasi publik.


“Kami menyambut baik kegiatan ini. Selain menjadi hiburan rakyat, media budaya seperti wayang memiliki nilai edukatif yang kuat dalam menyampaikan pesan sosial, kebersamaan, kepedulian, serta penguatan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ungkapnya.


Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Warga tampak aktif mengikuti jalannya pertunjukan sambil menyimak materi penyuluhan dari para narasumber.


Melalui kolaborasi berbasis budaya ini, Pemerintah Daerah DIY berharap program-program kesejahteraan sosial dapat tersampaikan secara lebih humanis, tepat sasaran, dan mampu memperkuat nilai gotong royong di tengah masyarakat.


Masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut terkait program Sekolah Rakyat dapat berkoordinasi dengan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah masing-masing. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update