Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Journaling Jadi Media Refleksi Diri, Puluhan Peserta Ikuti Kegiatan Ini di Paddy's Delight

Sabtu, 20 Juni 2026 | Juni 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-20T02:15:16Z


Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM – Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, ada satu hal yang sering terlupakan: mendengarkan diri sendiri.


Jum'at (19/6/2026) sore, di Rooftop Paddys Delight, Sawah Tamanan Villa & Resort, puluhan orang memilih melakukan hal yang mungkin terdengar sederhana, tetapi tidak selalu mudah dilakukan. Mereka duduk tenang, menarik napas perlahan, lalu mulai menulis.


Bukan menulis tugas kantor, bukan pula unggahan media sosial.


Mereka menulis tentang diri mereka sendiri.


Melalui acara bertajuk Bungah, para peserta diajak melambat sejenak dari hiruk pikuk kehidupan sehari-hari. Di bawah langit senja Jogja Selatan yang cerah dengan semburat warna keemasan, suasana hangat dan tenang perlahan menyelimuti seluruh area rooftop.


Tak ada suara notifikasi yang mendominasi. Tak ada pula tuntutan untuk selalu produktif.


Yang ada hanyalah lembaran kertas, pena, dan keberanian untuk jujur kepada diri sendiri.


Salah satu sesi yang paling menyentuh adalah reflective journaling yang dipandu oleh mentor Sarira, Vida Octrin. Peserta diajak hening selama beberapa menit, fokus pada napas, lalu menuliskan apa saja yang muncul dari dalam dirinya.


Bentuknya bebas. Ada yang menulis kalimat panjang. Ada yang menggambar. Ada pula yang hanya membuat simbol dan coretan sederhana.


Namun dari kesederhanaan itulah, banyak emosi yang selama ini tersembunyi mulai menemukan jalannya keluar.


Seorang peserta bahkan terlihat menitikkan air mata saat menulis refleksi pribadinya. Tidak ada yang menghakimi. Tidak ada yang memaksa. Semua hanya hadir dan saling memberi ruang.


"Mungkin kita terlalu sering mendengarkan banyak hal dari luar sampai lupa mendengarkan apa yang ada di dalam diri sendiri," kata Vida.


Menurutnya, journaling bukan sekadar aktivitas menulis buku harian. Lebih dari itu, journaling merupakan cara untuk berdialog dengan diri sendiri dan memahami apa yang sedang dirasakan.


"Kadang kita tidak benar-benar tahu apa yang sedang kita pikirkan sampai kita melihatnya tertulis di atas kertas," ungkapnya.


Di era media sosial yang serba cepat, ketika perhatian mudah terpecah hanya dalam hitungan detik, aktivitas sederhana seperti menulis perlahan justru menjadi sesuatu yang semakin berharga.


Vida menilai praktik journaling sangat relevan bagi generasi saat ini yang hidup di tengah banjir informasi, tekanan sosial, dan kecemasan yang sering kali datang tanpa disadari.


Saat seseorang menulis, kata dia, tubuh dan pikiran dipaksa untuk bergerak lebih lambat. Dari situlah muncul ruang untuk mengenali emosi yang selama ini mungkin tertutup oleh kesibukan.


Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa menuliskan pikiran dan perasaan dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan karena seseorang mampu melihat isi kepalanya dengan lebih jelas.


Meski bukan terapi instan yang bisa menyelesaikan semua persoalan hidup, journaling menjadi langkah kecil yang dapat dilakukan siapa saja.


Tak membutuhkan biaya mahal. Tak membutuhkan ruangan khusus.


Cukup selembar kertas dan kemauan untuk jujur kepada diri sendiri.


Melalui Bungah, Paddys Delight tidak hanya menghadirkan sebuah acara komunitas, tetapi juga ruang aman bagi orang-orang yang ingin berhenti sejenak dari kebisingan dunia.


Sebab di tengah kehidupan yang terus bergerak, terkadang hal paling penting yang bisa dilakukan seseorang adalah memberi waktu untuk dirinya sendiri.


Dan sore itu, di bawah langit Jogja yang perlahan berubah jingga, puluhan orang memilih melakukannya. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update