Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Winongo Art Festival Hidupkan Bantaran Sungai, Warga dan Wisatawan Diajak Menikmati Ruang Budaya Baru di Yogyakarta

Minggu, 14 Juni 2026 | Juni 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-14T08:43:32Z



Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM – Suasana berbeda terlihat di bantaran Sungai Winongo, Kampung Serangan, Kemantren Ngampilan, Sabtu (13/6/2026). Alunan musik, pertunjukan seni budaya, deretan stan UMKM, hingga kegiatan bersih sungai dan penebaran benih ikan menyatu dalam gelaran Winongo Art Festival yang sukses menarik perhatian warga.


Berlokasi di selatan Jembatan Serangan, festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi kawasan bantaran Sungai Winongo untuk berkembang sebagai ruang publik yang hidup, kreatif, dan ramah wisatawan.


Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menilai pemilihan lokasi di tepi sungai menjadi langkah menarik untuk menghadirkan destinasi alternatif di tengah Kota Yogyakarta.


Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar karena berada tidak jauh dari Taman Khusus Parkir Ngabean yang menjadi titik singgah wisatawan.


“Di sini dekat dengan Taman Parkir Ngabean dan hotel. Jadi di sini bisa menjadi satu destinasi baru. Misalnya nanti ada pasar sore yang menjadi kegiatan rutin dan tujuan masyarakat maupun wisatawan,” ujar Wawan.


Sepanjang festival berlangsung, pengunjung dapat menikmati beragam penampilan seni budaya sambil berkeliling melihat produk-produk UMKM lokal. Aktivitas itu menciptakan suasana hangat yang mempertemukan pelaku seni, pelaku usaha, dan masyarakat dalam satu ruang terbuka yang memanfaatkan keindahan bantaran sungai.


Bagi warga Kampung Serangan, festival ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi lingkungan mereka kepada masyarakat yang lebih luas. Tidak hanya soal budaya, tetapi juga tentang upaya menjaga sungai sebagai bagian penting kehidupan kota.


Wawan berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin yang memberi manfaat ekonomi sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.


“Targetnya adalah menjadikan ini sebagai satu kegiatan tahunan. Bisa mengajak wisatawan untuk berhenti di sini,” katanya.


Semangat yang sama juga disampaikan Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Wisnu Sabdono Putro. Menurutnya, kawasan bantaran Sungai Winongo memiliki daya tarik tersendiri yang layak dikembangkan sebagai bagian dari destinasi wisata Kota Yogyakarta.


"Ia berharap keberadaan wisatawan yang datang melalui kawasan Ngabean dapat memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar sungai," ungkapnya.


Sementara itu, Mantri Pamong Praja Kemantren Ngampilan, Anif Luhur Kurniawan, menjelaskan Winongo Art Festival lahir dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas seni, pelaku usaha, hingga masyarakat setempat.


"Menurutnya, festival ini menjadi wadah untuk menampilkan beragam potensi yang dimiliki wilayah Ngampilan, baik di bidang seni budaya maupun produk UMKM," jelasnya.


Di tengah hiruk-pikuk kota, Winongo Art Festival menghadirkan wajah lain Yogyakarta. Bukan hanya sebagai kota wisata dan budaya, tetapi juga sebagai kota yang berupaya menghidupkan kembali ruang-ruang publik di tepi sungai menjadi tempat berkumpul, berkarya, dan tumbuh bersama.


Dengan dukungan berbagai pihak, bantaran Sungai Winongo kini perlahan menjelma menjadi ruang yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menyimpan harapan baru bagi geliat budaya, ekonomi warga, dan pariwisata Kota Yogyakarta. (Fqh).

×
Berita Terbaru Update