Yogyakarta, ISUETERKININEWS.COM – Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Pandu Dinata, mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang telah menyukseskan rangkaian Perayaan Waisak 2570 Buddhis Era (BE) Tahun 2026 di DIY.
Pandu mengatakan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan Waisak tidak lepas dari kerja sama antara panitia, umat Buddha, pemerintah daerah, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada panitia Waisak 2026 yang telah bekerja keras menjalankan seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Apresiasi juga kami sampaikan kepada Pemerintah Daerah DIY dan Pemerintah Kota Yogyakarta yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Waisak 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Pandu saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap kegiatan keagamaan menjadi bagian dari upaya menjaga kehidupan beragama yang harmonis, inklusif, dan toleran. Ia menilai sinergi antara pemerintah dan umat beragama penting untuk memperkuat kerukunan serta menjaga stabilitas sosial di masyarakat.
Pandu menambahkan, perayaan Waisak tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga sarana menanamkan nilai-nilai kebajikan, kedamaian, dan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Ketua Vasakha Sananda DIY, Totok Tejamanto, mengatakan Perayaan Waisak 2026 mengusung tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”.
Menurut Totok, tema tersebut mengandung pesan agar masyarakat terus menjaga kedamaian, toleransi, dan keharmonisan sosial di tengah berbagai tantangan global maupun dinamika kehidupan berbangsa.
“Nilai-nilai Dharma memiliki relevansi yang kuat dalam membangun kehidupan yang damai dan saling menghormati. Waisak diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama,” ujarnya saat menghadiri Perayaan Waisak Sannipatta DIY 2026 di Graha Pandawa Balai Kota Yogyakarta, Sabtu (13/6/2026).
Perayaan Waisak Sannipatta DIY 2026 berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintah, tokoh agama, organisasi keagamaan Buddha, serta masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat harmoni sosial dan merawat keberagaman di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY berharap momentum Waisak dapat terus mendorong tumbuhnya semangat kedamaian, toleransi, dan kebersamaan di tengah masyarakat guna memperkokoh kerukunan umat beragama dan persatuan bangsa. (Fqh).

